Sabtu, 03 November 2012

NILAI DAN NILA

Kini kubiasakan diriku menyangkali segala sesuatu
sesuatu untuk segalanya cintaku
yg tak bisa kulukis maknamu
selain sebut dikau segalanya


Tentang cinta yang telah kita rajut
Tentang kisah yang sudah berlalu
Hanyalah perang menundukkan sangkaan-sangkaan
hari-hari itu darah berjatuhan di lantai-lantai
hari-hari itu darah meleleh ke tanah-tanah
di aspal-aspal panas hitam merah bercaknya
kupikul salibku di pundak kiri yang cacat
bahkan sampai hanya tertinggal kesumat pun
rasa pedis, pedas, pilu, panas, bengkak
orang-orang menolong kita


tapi mereka tak menyaksikan gelut diriku
beberapa hanya sekedar tahu
cinta kita memang tak pantas bagi ukuran kemuliaan
kemuliaan yang dikenal oleh nilai-nilai lama sebagai keinginan
ya sekedar keinginan, agar ada yang menyapamu sebagai saudara
kau saudara iparku, kau saudara perempuanku, kau saudara angkatku
kebahagiaan itu rupanya yang sedang kau cari dalam kensunyian diriku yang mengaku paham tentang nilai dalam masyarakat
diri yang tak paham manfaat nilai-nilai kebersamaan
meski aku sesungguhnya bertahun-tahun dalam kebersamaan itu.
kebersamaan yang tiada makna
tak membawa arti setitik pun selain keinginan-keinginan yang kandas pada hal yang nampak, sekedar terlihat dalam bentuk mobil, kerja yang pantas, posisi yang mantap.

aku terjatuh dalam kubanganan bangunanku sendiri
dalam sebuah teori tentang cinta yang tak mesti
aku menjerit dan kau yang sakit, atas sakit yang tak pernah sakit
tapi sakitku terluka, sejenak membuat diriku masuk kedalam hitam.
dalam hitam yang entah. aku berada di sana selama 2 jam untuk waktu 2 tahun lamanya..... di sekitarku hanya hitam.
berharap datangnya dirimu dalam panggilan-panggilanku yang tak pernah kau dengar
lalu aku siuman dan bertanya pada semua yang terdekat
mereka tidak tahu tentang itu
aku sadar
kini aku sendiri
di dunia yang angkuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar